• Jelajahi

    Copyright © FORWAPEN
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    H. Khairum Rijal: Pujakesuma Berkomitmen Jaga Warisan Budaya Jawa, Termasuk Kesenian Kuda Lumping

    MITRA PENDIDIKAN
    Jumat, 07 Agustus 2026, Agustus 07, 2026 WIB Last Updated 2026-08-08T06:41:51Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    FORWAPEN | Medan - Ketua Harian DPW Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Sumatera Utara, H. Khairum Rijal, ST, MAP, menegaskan komitmen Pujakesuma untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya Jawa di Sumatera Utara, termasuk kesenian tradisional kuda lumping.

    Hal tersebut disampaikan H. Khairum Rijal saat menyerahkan bantuan berupa kuda lumping kepada Mbah Joko Purnomo, pengasuh Sanggar Ki Ageng Panjawi, Kabupaten Deli Serdang, di sela-sela kegiatan Rapat Pleno DPW Pujakesuma Sumatera Utara, Jumat (7/8/2026).

    Menurut H. Khairum Rijal, Pujakesuma sebagai organisasi yang menjadi wadah dan payung besar masyarakat Jawa di Sumatera Utara memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga keberlangsungan seni dan budaya Jawa.

    «“Pujakesuma sebagai payung besar warga Jawa di Sumatera Utara berkomitmen untuk tetap menjaga warisan budaya Jawa, termasuk kesenian kuda lumping. Jika bukan kita, siapa lagi yang peduli kesenian ini,” tegas H. Khairum Rijal.»

    Ia mengatakan, pelestarian budaya membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama. Sanggar-sanggar seni, menurutnya, memiliki peran penting karena menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mempelajari, dan meneruskan kesenian tradisional.

    Karena itu, Pujakesuma Sumatera Utara akan terus mendorong berbagai bentuk dukungan terhadap para pelaku seni dan sanggar budaya yang selama ini secara konsisten menjaga eksistensi kesenian tradisional.

    Penyerahan bantuan kuda lumping kepada Sanggar Ki Ageng Panjawi diharapkan dapat mendukung aktivitas berkesenian sekaligus menjadi bagian dari upaya regenerasi pelaku seni tradisional di Kabupaten Deli Serdang.

    H. Khairum Rijal menambahkan bahwa kemajuan zaman dan perkembangan teknologi tidak seharusnya membuat generasi muda meninggalkan akar budayanya. Sebaliknya, budaya lokal harus dapat dikembangkan dan diperkenalkan melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

    “Kita ingin generasi muda tidak hanya mengenal budaya Jawa dari cerita, tetapi juga ikut mencintai, mempelajari, dan melestarikannya,” ujarnya.

    Sementara itu, Mbah Joko Purnomo menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan DPW Pujakesuma Sumatera Utara kepada Sanggar Ki Ageng Panjawi. Bantuan tersebut diharapkan semakin meningkatkan semangat para pelaku seni untuk terus berlatih dan mengembangkan kesenian kuda lumping.

    Komitmen tersebut menjadi bagian dari semangat Pujakesuma Sumatera Utara dalam merawat kebudayaan sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat Jawa di Sumatera Utara.

    Guyub, Rukun, Raket, Regeng, Rumekso. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini